arrowAdat Istiadat dan Kebudayaan

Bermacam - macam tradisi Masyarakat Madura, diantaranya Petik Laut, Carok, dan Karapan Sapi yang paling dikenal. Petik Laut merupakan tradisi bagi masyarakat nelayan sebagai wujud syukur kepada Tuhan ang Maha Esa. Carok merupakan tradisi bertarung satu lawan satu dalam tujuan mempertahankan harga diri. Sedangkan Karapan Sapi merupakan seni / olahraga saling memacu sapi atu terkenal dengan nama Bull Race.

 

Carok

 

Carok merupakan tradisi bertarung satu lawan satu dengan menggunakan senjata (biasanya celurit). Tidak ada peraturan resmi dalam pertarungan ini karena carok merupakan tindakan yang dianggap negatif dan kriminal serta melanggar hukum. Ini merupakan cara suku Madura dalam mempertahankan harga diri dan "keluar" dari masalah yang pelik.

 

Banyak yang menganggap carok adalah tindakan keji dan bertentangan dengan ajaran agama meski suku Madura sendiri kental dengan agama Islam pada umumnya tetapi, secara individual banyak yang masih memegang tradisi Carok.

Kata carok sendiri berasal dari bahasa Madura yang berarti 'bertarung dengan kehormatan'.

 

Biasanya, "carok" merupakan jalan terakhir yang di tempuh oleh masyarakat suku Madura dalam menyelesaikan suatu masalah. Carok biasanya terjadi jika menyangkut masalah-masalah yang menyangkut kehormatan/harga diri bagi orang Madura (sebagian besar karena masalah perselingkuhan dan harkat martabat/kehormatan keluarga)

 

Pada tanggal 13 Juli 2006, tujuh orang tewas dan tiga orang luka berat akibat carok massal di Desa Bujur Tengah, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Jumlah korban diduga masih akan bertambah, karena banyak korban yang melarikan diri meskipun dalam keadaan luka.

 

Petik Laut

 

petik laut

Mengarak Sesajian

 

Tradisi petik laut merupakan tradisi yang amat kental dalam kaum nelayan.

Tradisi Petik laut ini bertujuan :

  • Sebagai wujud rasa syukur para nelayan  dan masyarakat pesisir kepada Allah.
  • Memohon agar para nelayan di berikan rizki yang melimpaah dan barokah.
  • Memohon keselamatan bagi para nelayan dan warga pesisir serta  masyarakat  pada umumnya.

Pada umumnya, orang - orang terlibat dalam tradisi ini :

  • Nelayan
  • Ulama
  • Perangkat desa
  • Juragan Ikan
  • Masyarakat Pesisir khususnya.

petik laut 2 (kapal)

Menuju Ke Laut

 

Barang dan makanan yang dibawa dalam Petik Laut :

  • Polo kependem (buah yang terpendam) sepeti : kentang, ketela, singkong dsbg.
  • Kepala api
  • Jajan (kue) pasar seperti apem, kue thok, makanan ringan (snack)
  • Sebuah perahu nelayan

Prosesi Petik Laut

Adapun rangkaian prosesi acara Petik laut ini antara lain :

  • Istighosah
  • Memanjatkan shalawat dan Do'a
  • Melarungkan (menghanyutkan) jajan pasar, polo kependem (kentang, ketela, singkong dsbg), kepala sapi untuk kemudian dimakan bersama - sama.

Tradisi ini  mengandung hikmah  :

  • Selalu ingat dan mensyukuri nikmat Allah.
  • Tidak menyekutukan Allah
  • kerukunan dan kebersamaan antar sesama warga.

 

 

 

d